Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang digelar pekan lalu, Wali Kota Sukabumi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Menurutnya, konektivitas—baik dalam aspek komunikasi, infrastruktur, maupun kebijakan—menjadi elemen krusial yang harus terus diperkuat agar program-program strategis dapat berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.
“Tanpa konektivitas yang solid, upaya percepatan pembangunan hanya akan menjadi wacana,” tegas Wali Kota Sukabumi dalam sesi diskusi panel bertema “Penguatan Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Indonesia Maju”. Ia mencontohkan bagaimana koordinasi intensif antara Kementerian PUPR dan Pemkot Sukabumi berhasil mempercepat penanganan banjir di sejumlah titik rawan, sekaligus meningkatkan kualitas jalan perkotaan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kepala daerah untuk tidak hanya menunggu arahan dari pusat, tetapi juga proaktif menyampaikan kebutuhan lokal secara transparan dan data-driven. Di sisi lain, pemerintah pusat diminta lebih responsif terhadap dinamika di daerah, terutama dalam hal anggaran dan regulasi yang adaptif.
Rakernas 2026 juga menjadi momentum untuk mengevaluasi implementasi otonomi daerah, termasuk optimalisasi dana transfer dan penguatan kapasitas aparatur. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi multisektor, para pemimpin daerah optimistis target pembangunan nasional 2026–2029 dapat tercapai secara inklusif.
Bagi Anda yang ingin tetap update dengan informasi terkini seputar kebijakan publik dan pembangunan daerah, kunjungi Joker11 untuk berbagai ulasan mendalam dan analisis terpercaya.