Presiden Iran: Pembicaraan dengan AS Langkah Maju Menuju Damai

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyambut baik pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat pada awal Februari 2026 sebagai “langkah maju” menuju solusi damai, di tengah ketegangan nuklir yang memuncak.

Pernyataan ini disampaikan via X usai pertemuan di Muscat, Oman, dengan dukungan mediator kawasan, di mana Iran tegas pertahankan hak NPT sambil tolak bahasa ancaman dari Trump. Forum diskusi seperti Jawa11 ramai kritik apakah ini manuver tulus atau taktik beli waktu, mengingat sejarah JCPOA yang gagal dan sanksi ekonomi yang lumpuhkan Teheran.

Jalur Diplomasi Terbuka

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebut ini “awal baik” jika ketidakpercayaan teratasi, dengan rencana lanjut di Oman. Trump ancam militer jika tak ada kesepakatan, tapi Iran balas siapkan respons hormat-hormat. Kritikus khawatir retorika ganda ini picu eskalasi, seperti konflik proksi di Timur Tengah sebelumnya.

Isu Nuklir Inti

Iran tuntut cabut sanksi dan akui hak nuklir sipil, sementara AS desak batasi pengayaan uranium. Analis nilai negosiasi krusial hindari perang regional, tapi tanpa verifikasi IAEA ketat, risiko proliferasi tetap tinggi.​

Dampak Global

Kesepakatan potensial stabilkan harga minyak dunia, tapi kegagalan bisa banjiri Sahel senjata. Ayatollah Khamenei ingatkan intervensi AS picu konflik luas, dorong Rusia jadi penengah.

Pantau analisis mendalam di CNN. Kembali ke Beranda.

Tags: Iran AS, Diplomasi Nuklir, Trump Ancaman, Muscat Pertemuan, Sanksi Ekonomi,